www.arifusan.esy.es. Powered by Blogger.
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Friday, 7 June 2024

A.  Bacaan bilal Jum’at sebelum khutbah

Berikut ini bacaan bilal Jumat yang dibaca sebelum khatib naik mimbar untuk memberikan khotbah Jumat.

مَعَاشِرَالْمُسْلِمِينَ، وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ (أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا رَحِمَكُمُ اللهِ ٢×) أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ١×

Artinya

“Wahai golongan kaum muslim dan kaum mukmin, semoga Allah selalu memberikan rahmat-Nya kepada kamu sekalian. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: ketika kamu berkata 'ansit' kepada temanmu pada hari Jumat [salat Jumat], sedangkan khatib sedang berkhotbah, maka kamu telah melakukan hal yang sia-sia. Barang siapa yang melakukan hal sia-sia, maka tidak ada Jumat baginya, maka perhatikan kebaikan dan taatilah, semoga Allah memberikan kepada kamu sekalian”.

B. B.  Bacaan bilal Jumat saat khatib naik mimbar

Setelah bilal membaca kalimat di atas, khatib maju menerima tongkat. Ketika khatib naik ke atas mimbar, bilal membaca doa selawat. Berikut bacaan bilal Jumat pendek berupa selawat.

اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحمّدٍ وَعَلَي أَلِ سَيّدِنَا مُحمَدٍ.

 

C. C.  Bacaan bilal Jumat setelah khatib naik mimbar

اللَّهُمَّ قَوِّ الْاِسْلامَ, مِنَ المُسْلِمِينَ وَالُمسْلِمَات, والمُؤْمِنِين وَالُمؤْمِنَات, وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الِدّيْنِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالخَيْر, ويَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ برَحْمَتِكَ يااَرْحَمَ الرَاِحِمين

D.“Ya Allah, kuatkanlah Islam dan Iman dari [dada] umat Islam, dan orang-orang mukmin, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia, dan tolonglah kami agar dapat melaksanakan [kewajiban] agama, dan anugerahkan kami akhir yang baik, wahai sebaik-baiknya dzat penolong, dengan rahmatmu wahai Dzat Maha Penolong”

D. Setelah selesai do’a di atas, khotib langsung mengucapkan salam kepada jama’ah, lalu duduk.

Kemudian bilal mengumandangkan Adzan. Selesai adzan, bilal terus duduk, sedangkan khatib terus berdiri dan memulai khutbah pertamanya.

E.E.  Selesai khotbah pertama, bilal melantunkan sholawat yang biasa dibaca diantara dua khutbah

اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحمّدٍ وَعَلَي أَلِ سَيّدِنَا مُحمَدٍ.

F.  F.  Selesai khotbah yang kedua, bilal langsung Iqomah. 

Link Download Bacaan Bilal Jumat

Adapun untuk materi khutbah jumat bisa didownload di sini

Monday, 22 January 2024

Dalam rangka memperkuat kualitas kegiatan keagamaan di wilayahnya, Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) MWCNU Gempol menggelar pelatihan khotib ke-2 di Masjid Ar Rahmah, Kambeng Kepulungan, pada hari Ahad, 21 Januari 2024. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 80 kader masjid dan anggota Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

KH. Dr. Sholeh Qosim, M.Si., yang merupakan cendekiawan NU yang berpengalaman, diundang sebagai narasumber utama dalam pelatihan kali ini. Beliau membawakan materi seputar pentingnya meningkatkan kualitas berkhutbah sebagai seorang khotib. "Khutbah Jumat bukan hanya sekadar menyampaikan kata-kata, tetapi juga sebagai sarana dakwah yang mempengaruhi perilaku dan pemahaman umat," ungkap KH. Dr. Sholeh Qosim.

Pelatihan dibuka oleh Ketua LDNU MWCNU Gempol, Ustadz Drs. H. Yasmak, yang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Nahdlatul Ulama untuk terus meningkatkan kapasitas para kader dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. "Dengan mendalami ilmu berkhutbah, diharapkan kader masjid dapat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat," tambah Ustadz Drs. H. Yasmak.

Selain materi utama dari KH. Dr. Sholeh Qosim, pelatihan juga ada sesi praktik langsung meliputi tata cara wudlu', sholat yang sempurna, latihan khutbah dan menyediakan sesi tanya jawab serta diskusi kelompok, di mana para peserta dapat berbagi pengalaman dan memperdalam pemahaman mereka tentang berkhutbah. Setiap peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan khutbah singkat, dan mendapatkan umpan balik konstruktif dari narasumber dan rekan-rekan mereka.

Ust. Ahmad Jazuli, ketua LTMNU MWCNU Gempol, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para peserta dalam pelatihan ini. "Semoga ilmu yang diperoleh dapat membawa dampak positif dalam setiap khutbah Jumat di masjid-masjid wilayah Gempol," ujar Ust. Ahmad Jazuli.

Acara pelatihan diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus diadakan guna memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Adapun Tayangan ulang dari kegiatan tersebut antara lain:












Wednesday, 27 September 2023


Universitas Yudharta Pasuruan telah mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Hall Meet lt. 03 Gedung Nusantara pada tanggal 29 September 2023. Acara ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh civitas akademik Universitas Yudharta Pasuruan yang ingin mempererat ikatan spiritual dan kebersamaan dalam semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Pukul 09:00 WIB, acara dibuka dengan pembacaan Maulid Diba' yang indah oleh Group Al-Banjari Nusantara. Suasana hati yang khusyuk tercipta dalam melodi sholawat yang merdu, mengingatkan kita akan ajaran dan kehidupan Rasulullah SAW. 


Yang Spesial dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad kali ini yakni sambutan oleh Rektor Universitas Yudharta Gus Dr. H. Kholid Murtadlo, SE.,ME. yang dilaksanakan live dari Makkah Al-Mukarramah dan mendoakan semua civitas akademik bisa ziarah Makkah Madinah. 

Setelah itu, dilanjutkan sambutan dari WR. 1 Bapak Dr. Deny Utomo, MP. Kemudian dilanjutkan dengan Mauidhotul Hasanah oleh Bapak H. Ali Muhtarom, M.PdI, yang memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan dan ajaran Rasulullah SAW. Pesan moral dan spiritual yang telah disampaikan oleh beliau diharapkan dapat menginspirasi dan membimbing seluruh hadirin untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Tidak ketinggalan, doa yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam peringatan Maulid ini. Dalam hal ini Dr. Khoirul Huda, SH.,M.Hum, selaku Wr. 2 mendapat kebagian untuk memimpin doa. Dan acara terakhir yakni acara ramah tamah bersama. 

Adapun tayangan ulang kegiatan tersebut terlampir sebagai berikut:






Thursday, 6 April 2023

 

Do'a Khotmil Quran

 

صَدَقَ اللهُ صَدَقَ اللهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ, وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ, وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ, وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اللَّهُمَّ انْفَعْنَا وَارْفَعْنَا بِالْقُرْآنِ الْعَظِيْمُ, وَاهْدِنَا وَبَارِكْ لَنَا بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنَّا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ وَخَتْمَ الْقُرْآنِ وَدُعَاءَنَا, يَارَبِّ مَوْلاَنَا, إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا بِكُلِّ حَرْفٍ مِنَ الْقُرْآنِ حَلاَوَةً, وَ بِكُلِّ كَلِمَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ كَرَامَةً, وَبِكُلِّ آيَةٍ من القرآن أُلْفَةً, وَبِكُلِّ سُوْرَةٍ من القرآن سُرُوْرًا, وَبِكُلِّ جُزْءٍ من القرآن جَزَاءً, وَبِكُلِّ رُبُعٍ من القرآن رَاحَةً, وَبِكُلِّ نِصْفٍ من القرآن نِعْمَةً, وَبِكُلِّ ثُلُثٍ من القرآن ثَبَاتًا, وَبِكُلِّ رَفْعٍ من القرآن رِفْعَةً, وَبِكُلِّ فَتْحٍ من القرآن فَرْحَةً وَ فُتُوْحًا, وَبِكُلِّ كَسْرٍ من القرآن كِسْوَةً, وَبِكُلِّ وَقْفٍ من القرآن وِقَايَةً. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا بِاْلأَلِفِ أَمْنًا وَإِيْمَانًا, وَبِالْبَاءِ بَهَاءً وَبَرَكَةً, وَبِالتَّاءِ تَوْبَةً وَتَوْفِيْقًا, وَبِالثَّاءِ ثَرْوَةً وَثَوَابًا, وِبِالْجِيْمِ جَاهًا وَجَلاَلاً, وَبِالْحَاءِ حِلْمًا وَحَيَاءً, وَبِالْخَاءِ خُشُوْعًا وَخَشْيَةً, وَبِالدَّالِ دَوْلَةً وَدَلِيْلاً, وَبِالذَّالِ ذِهْنًا وَذُكَاءً, وَبِالرَّاءِ رَحْمَةً وَرَجَاءً, وَبِالزَّاءِ زُهْدًا وَزُكَاءً, وَبِالسِّيْنِ سَعَادَةً وَسَلاَمَةً, وَبِالشِّيْنِ شُكْرًا وَشَرَافَةً, وَبِالصَّادِ صَبْرًا وَصَدَاقَةً, وَبِالضَّادِ ضَوْءً وَضَلاَعَةً, وَبِالطَّاءِ طَاعَةً وَطَهَارَةً, وَبِالظَّاءِ ظَفَرًا وَظَرَافَةً, وَبِالْعَيْنِ عَفْوًا وَعَافِيَةً, وَبِالْغَيْنِ غِنًى وَغَنِيْمَةً, وَبِالْفَاءِ فَوْزًا وَفَلاَحًا, وَبِالْقَافِ قُرْبًا وَقَنَاعَةً, وَبِالْكَافِ كَمَالاً وَكَرَامَةً, وَبِاللاَّمِ لُطْفًا وَلِقَاءً, وَبِالْمِيْمِ مَغْفِرَةً وَمَتَاعًا, وَبِالنُّوْنِ نُوْرًا وَنَجَاةً, وَبِالْوَاوِ وُسْعَةً وَوِلاَيَةً, وَبِالْهَاءِ هِمَّةً وَهِدَايَةً, وَبِالْيَاءِ يُسْرًا وَيَقِيْنًا. اللَّهُمَّ اهْدِنَا وَبَارِكْ لَنَا, بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا قِرَاءَتَنَا, وَتَجَاوَزْ عَنَّا مَا كَانَ مِنَّا, فِي تِلاَوَةِ الْقُرْآنِ مِنْ خَطَإٍ أَوْ نِسْيَانٍ, أَوْ تَحْرِيْفِ كَلِمَةٍ عَنْ مَوَاضِعِهَا, أَوْ تَقْدِيْمٍ أَوْ تَأْخِيْرٍ, أَوْ زِيَادَةٍ أَوْ نُقْصَانٍ, أَوْ تَأْوِيْلٍ عَلَى غَيْرِ مَا أَنْزَلْتَهُ, أَوْ رَيْبٍ أَوْ شَكٍّ أَوْ سَهْوٍ أَوْ سُوْءِ إِلْحَانٍ, أَوْ تَعْجِيْلٍ عِنْدَ تِلاَوَةِ الْقُرْآنِ, أَوْ كَسَلٍ أَوْ سُرْعَةٍ أَوْ زَيْغِ لِسَانٍ, أَوْ وَقْفٍ بِغَيْرِ وُقُوْفٍ, أَوْ إِدْغَامٍ بِغَيْرِ مُدْغَمٍ, أَوْ إِظْهَارٍ بِغَيْرِ  بَيَانٍ, أَوْ مَدٍّ أَوْ تَشْدِيْدٍ أَوْ هَمْزَةٍ, أَوْ جَزْمٍ أَوْ إِعْرَابٍ بِغَيْرِ مَا كَتَبَهُ, أَوْ قِلَّةِ رَغْبَةٍ وَرَهْبَةٍ, عِنْدَ آيَاتِ الرَّحْمَةِ, أَوْ آيَاتِ الْعَذَابِ, فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا,  رَبَّنَا وَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِيْنَ. اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا بِتِلاَوَةِ الْْقُرْآنِ, وَزَيِّنْ أَخْلاَقَنَا بِجَاهِ الْقُرْآنِ, وَحَسِّنْ أَعْمَالَنَا بِذِكْرِ الْقُرْآنِ, وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا بِبَرَكَةِ الْقُرْآنِ, وَنَوِّرْ أَبْدَانَنَا بِنُوْرِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِكَرَامَةِ الْقُرْآنِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ الْقُرْآنِ .اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ لَنَا فِي الدُّنْيَا قَرِيْنَا, وَفِي الْقَبْرِ مُؤْنِسًا, وَفِي الْقِيَامَةِ شَافِعًا, وَعَلَى  الصِّرَاطِ نُوْرًا, وَفِي الْجَنَّةِ رَفِيْقًا, وَمِنَ النَّارِ سِتْرًا وَحِجَابًا. اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ, وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً. اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا, وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا, وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَآءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ, وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ اهْدِنَا بِهِدَايَةِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِحُرْمَةِ الْقُرْآنِ, وَيَسِّرْ لَنَا أُمُوْرَنَا أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِِ بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, وَحَصِّلْ مَقَاصِدِنَا, وَاقْضِ جَمِيْعِ حَاجَاتِنَا بِالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَاشْفِ جَمِيْعِ اَسْقَامِنَا بِحُرْمَةِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, وَتَمِّمْ آمَالَنَابِبَرَكَةِ كَلاَمِكَ الْقَدِيْمِ, وَهَوِّنْ عَلَيْنَا سَكَرَاتِ الْمَوْتِ, بِجَاهِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, يَارَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ. اللهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا, وَقَرِّ عُيُوْنَنَا, وَاسْتُرْ عَوْرَاتِنَا, وَاشْفِ مَرْضَانَا, وَاقْضِ عَنَّا دُيُوْنَنَا, وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا, وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا, وَأَصْلِحْ حَاجَاتِنَا, وَاغْفِرْ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا, وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا, وَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّآتِنَا, وَمْحُ ذُنُوْبَنَا, وَأَصْلِحْ دِيْنَنَا وَدُنْيَانَا, وَرَطِّبْ لِسَانَنَا بِذِكْرِكَ, وَقَوِّ أَجْسَادَنَا بِلُطْفِكَ , وَفَرِّحْ أَحْبَابَنَا, وَخَرِّبْ أَحْسَادَنَا, وَشَتِّتْ شُمُوْلَ أَعْدَائِنَا, وَاحْفَظْ أَهْلَنَا وَأَمْوَالَنَا وَإِخْوَانَنَا, وَانْظُرْ أَوْلاَدَنَا وَتَلاَمِيْذَنَا وَدِيَارَنَا, وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ, وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ, بِحُرْمَةِ هَذَا الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا أَدَآءً بِالْقَلْبِ, وَحُبَّ الْخَيْرِ وَالسَّعَادَةِ وَالْبَشَارَةِ مِنَ اْلإِيْمَانِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ,  بِعَدَدِ مَا فِي جَمِيْعِ الْقُرْآنِ حَرْفًا حَرْفًا, وَبِعَدَدِ كُلِّ حَرْفٍ أَلْفًا أَلْفًا.

 

الفاتحة


Sunday, 16 January 2022

 

Mau tidak mau anak yang telah nyantri di pondok pesantren apalagi yang sudah nyatri bertahun-tahun, setelah pulang (boyong) pasti akan menjadi sorotan masyarat, mereka manganggap bahwa santri yang sudah boyong dari pondok pesantren pasti menguasai banyak hal berkenaan dengan ilmu agama, tidak jarang ketika ada suatu acara semisal menjadi MC, mengisi acara pernikahan, selamatan, 17 agustusan, pemberangkatan mayit dan lain sebagainya yang diandalkan sudah tidak lain dan tidak bukan, yaitu mereka yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, Ironinya tidak semua santri mempunyai kemampuan seperti itu. 

Berikut ini kami sajikan bahan role model atau contoh untuk menjadi "tokoh masyarakat" berdasarkan peristiwa sehari-hari :

A. Pernikahan 

1. Besanan




2. Balas Besan




3. Prosesi Akad Nikah




4. Walimatul Urusy


5. Resepsi Pernikahan


B. Tingkepan 


C. Walimatul Khitan 

D. Proses Pengurusan Jenazah




E. Acara Kenduren








F. Hajian 
I. Agustusan



E.   Menempati Rumah 

F. Khutbah Jumat


untuk materi khutbah jumat silahkan klik https://masarifu.blogspot.com/2019/12/download-khutbah-jumat-singkat-nu.html

Sekian itu yang sudah kami himpun semoga bermanfaat 






















Sunday, 17 January 2021



 بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى خَلَقَ الْحَيٰوةَ وَالْمَوْتَ اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اَلاَّالله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهْ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّابَعْدُ

Bismillaahirrahmaanirrahiim, alhamdulillaahilladzii khalaqalhayaata wal mauut, Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin. Ammaa ba’du.

Almukarrom poro alim, poro kyai, soho poro ustadz, Ingkang kawulo mulya aken

Poro sepuh pini sepuh, Ingkang kawulo mulya aken poro hadirin sedoyo jamaah tahlil, Wabil khusus shohibul bait, shohibul hajat, bapak FULAN Sekeluarga

Alhamdulillah, monggo kito aturan puji syukur dumateng ngarsanipun Allah SWT kanthi ucapan Alhamdulillahirobbil 'aalamiin, ingkang sampun paring pinten-pinten kenikmatan dumateng kulo panjenengan sedoyo, dene menopo kulo panjenengan sedoyo saget angrawuhi jamaah rutin wonten dalemipun Bapak FULAN kanthi kawontenan sehat wal afiat mboten wonten rubedo menopo-menopo, Mugi-mugi kehadiran kulo panjenengan sedoyo estu-estu dicatet kalian Allah SWT dadoso amalan hasanah fiddini waddunya wal aakhirah, Amin 2X Yaa Rabbal ‘Aalamiin

Sak lajengipun sholawat lan salam monggo kito aturaken dumateng junjungan kito kanjeng nabi Muhammad SAW, biqouli Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammad... ingkang sampun paring pitedah dumateng kulo panjenengan sedoyo arupi diinul Islam, arupi agami Islam, Mugi2 dalu menika ngantos akhir hayat kulo panjenengan sedoyo tetep netepi agami Islam, lan mbenjang wonten yaumil qiyaamah, kulo panjenengan sedoyo dadoso umatipun ingkang angsal syafaatipun kanjeng nabi Muhammad SAW. Amin 2X yaa robbal 'alamin ...

Bapak-bapak poro rawuh ingkang kawulo mulyaaken, dalu menika Bapak FULAN kagungan hajat inggih punika, kirim doa dumateng leluhuripun ingkang asma : 1. Almarhum Bapak A 2. Almarhum Bapak B 3. Almarhumah Ibu C 4. ................... lan 5. ...................

Bapak-bapak poro rawuh ingkang kawulo mulyaaken, dalu menika pembacaan yasin lan tahlil kulo pasrahaken dumateng panjenenganipun Bapak AHMAD lan mangke dipun tutup do'a kalian panjenenganipun Bapak MUSTHOFA Monggo pakempalan dalu menika kito mulai kanthi pembukaan ummul qur'an shurotul fatihah... Bismillahirrohmaanirrohim, ila hadrotin nabi mustofa Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam wa'ala alihi wasohbihi wa azwajihi wadhurriyya tihi ajma'in, ALFAATIHAH...

Saklajengipun waosan yasin lan tahlilipun, dumateng panjenenganipun Bapak AHMAD kawulo aturaken PEMBACAAN YASIN DAN TAHLIL PEMBACAAN DOA ISTIRAHAT Bapak-bapak poro rawuh ingkang kawulo mulyaaken, mekaten kolo wau waosan yasin, tahlil, lan doa sampun kolo lan panjenengan lampahi kanthi lancar lan gangsar, Mugi-Mugi, menopo ingkang dados niat lan hajatipun Bapak FULAN estu-estu dipun terami kalian Allah SWT. Amin ... Atas Nami shohibul bait, shohibul hajat, Bapak FULAN ngaturaken agunging panuwun atas kerawuhan lan doa kulo panjenengan sami, lan nyuwun ngapunten mbok bilih anggenipun paring panghormatan, pinaraan ugi hidangan mboten nocoki dumateng panjenengan jedoyo. Kulo piyambak, selaku pranoto acoro, nyuwun pangapunten mbok bilih wonten kirang langkung atur kulo dumateng panjenengan sedoyo. Akhiru kalam, billahi taufiq wal hidayah, Assalamu'alaikum Wr. Wb. Allahumma sholli alaa Muhammad....

Thursday, 19 December 2019

Assalamualaikum Wr.Wb. 


Sobat Mas Arif yang berbahagia, bagi anda yang menemukan artikel ini, selamat berarti anda adalah orang pilihan yang dipilih masyarakat untuk mengemban amanah sebagai Khotib Jum'at di daerah anda. Berikut ini kami share dokumen khutbah yang pernah kami sampaikan semoga bermanfaat, silahkan didownload, gratis untuk kepentingan ibadah untuk font silahkan download ini
1. Khutbah Awal Ramadhan 11 Mei 2018
2. Khutbah Dua Cara Menundukkan Hawa Nafsu  27 Juli 2018
3. Khutbah Urgensi Waktu 31 Agustus 2018
4. Khutbah Maulid Nabi 09 Nopember 2018
5. Khutbah Dampak Rohanai Apa yang Kita Konsumsi 18 Januari 2019
6. Khutbah 3 Hal Penting dibulan Rajab 29 maret 2019
7. Khutbah Menjelang Ramadhan 03 Mei 2019
8. Khutbah ikhlas 24 Oktober 2019
9. Khutbah 5 golongan yg dihawatirkan suul khotimah 29 Nopember 2019
10. Khutbah Rezeki Kulitas dan Kuantitas 7 Februari 2020
11. Khutbah Persiapan Ramadhan 17 April 2020 
12. Khutbah Akhir Ramdhan 22 Mei 2020
13. Khutbah Hikmah Tawakkal 26 Juni 2020 

Wednesday, 31 January 2018


Gerhana bulan dalam bahasa Arab disebut “khusuf”. Saat terjadi fenomena gerhana bulan kita dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunah dua rakaat atau shalat sunah khusuf. Shalat sunah ini terbilang sunah muakkad.

و) القسم الثاني من النفل ذي السبب المتقدم وهو ما تسن فيه الجماعة صلاة (الكسوفين) أي صلاة كسوف الشمس وصلاة خسوف القمر وهي سنة مؤكدة

Artinya, “Jenis kedua adalah shalat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu shalat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah yaitu shalat dua gerhana, shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan. Ini adalah shalat sunah yang sangat dianjurkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Al-Maarif, tanpa keterangan tahun, halaman 109).

Secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami. Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Jamaah shalat gerhana bulan adalah semua umat Islam secara umum sebagai jamaah shalat Id. Sedangkan imamnya dianjurkan adalah pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.

Sebelum shalat ada baiknya imam atau jamaah melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Adapun secara teknis, shalat sunah gerhana bulan adalah sebagai berikut:
1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13.Salam.

14.Imam atau orang yang diberi wewnang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Apakah boleh dibuat dalam versi ringkas? Dalam artian seseorang membaca Surat Al-Fatihah saja sebanyak empat kali pada dua rakaat tersebut tanpa surat panjang seperti yang dianjurkan? Atau bolehkah mengganti surat panjang itu dengan surat pendek setiap kali selesai membaca Surat Al-Fatihah? Boleh saja. Ini lebih ringkas seperti keterangan Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin berikut ini.

ولو اقتصر على الفاتحة في كل قيام أجزأه، ولو اقتصر على سور قصار فلا بأس. ومقصود التطويل دوام الصلاة إلى الانجلاء

Artinya, “Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca Surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah. Tujuan mencari bacaan panjang adalah mempertahankan shalat dalam kondisi gerhana hingga durasi gerhana bulan selesai,” (Lihat Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz I, halaman 303).

Selagi gerhana bulan berlangsung, maka kesunahan shalat dua rakaat gerhana tetap berlaku. Sedangkan dua khutbah shalat gerhana bulan boleh tetap berlangsung atau boleh dimulai meski gerhana bulan sudah usai. Demikian tata cara shalat gerhana bulan berdasarkan keterangan para ulama. 
Untuk Modul PPT bisa didownload disini 
Untuk Modul Pdf bisa didownload disini

Wallahu a’lam

Sunday, 28 January 2018



Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni

 

Khutbah I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
صدق الله العظيم

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Allah SWT berfirman dalan Surah Al-Hujurat, Ayat 13:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa.”

Dalam ayat di atas terdapat 3 (tiga) kata kunci. Pertama “mulia”, kedua “Allah”, dan ketiga “takwa”. Ayat ini mengandung maksud bahwa mulia tidaknya seseorang sesungguhnya bergantung pada ketakwaannya kepada Allah SWT dan bukan kepada hal-hal yang bersifat duniawi. Dengan kata lain, yang disebut orang mulia sesunguhnya adalah mereka yang senantiasa berbuat kemuliaan berupa ketakwaaan. Definisi ini bersifat teologis karena bersumber pada keyakinan akan kebenaran firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an.

Berdasar pada pandangan teologis tersebut, kita bisa membedakan antara orang mulia dengan orang yang dimuliakan. Orang mulia adalah mereka yang dimuliakan Allah karena senantiasa berbuat kemuliaan dengan melaksanakan hal-hal yang diperintahkan Allah SWT, dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Sedangkan orang yang dimuliakan adalah mereka yang secara sosiologis dihormati masyarakat karena memiliki latar belakang tertentu seperti: jabatan, keturunan, kekayaan, keilmuan atau keahlian, dan sebagainya.


Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Lewat khutbah ini, saya ingin mengajukan pertanyaan apakah orang mulia di sisi Allah itu sekaligus orang yang dimuliakan di dunia ini? Dengan kalimat lain, apakah orang-orang mulia karena ketakwaannya kepada Allah selalu dimuliakan juga oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya?

Jawabnya, “tidak selalu” karena secara faktual ada beberapa orang mulia di sisi Allah keberadaannya diremehkan oleh masyarakat disebabkan tidak memiliki latar belakang tertentu yang bersifat duniawi seperti jabatan penting, kekayaan melimpah, nasab tinggi, dan lain sebagainya. Tentu saja ada banyak orang mulia di sisi Allah yang juga dihormati dalam masyarakat karena memiliki kriteria-kriteria tertentu yang berlaku di masyarakat seperti tersebut di atas.


Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Salah satu contoh orang mulia di sisi Allah tetapi tidak dihormati oleh masyarakat adalah Uwais Al-Qarni - seorang pemuda miskin penduduk desa Qaran di Yaman. Dia menjalani kehidupan yang sulit bersama ibunya yang seorang janda. Ia pernah menderita penyakit kusta. Pakaiannya hanya ada dua helai. Uwais Al-Qarni bekerja hanya sebagai penggembala hewan ternak dengan upah tak seberapa. Dengan keadaan Uwais yang seperti itu ia sering ditertawakan, diolok-olok, dihina, dan dituduh mencuri ini mencuri itu. Tetapi semua perlakuan masyarakat seperti itu ia terima dengan sabar.

Ketika pada suatu hari ada seseorang yang bermaksud memberikan sedekah berupa dua helai pakaian, Uwais Al-Qarni menolaknya. Kepada orang tersebut, Uwais Al-Qarni mengatakan:

“Saya khawatir kalau pakaian ini saya terima, nanti orang-orang mengintrogasi saya dari mana saya mendapatkan pakaian ini. Mereka pasti tidak percaya dengan jawaban saya. Mereka akan menuduh saya kalau pakaian ini saya dapat kalau tidak dengan membujuk ya mencuri”.



Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Sungguhpun Uwais Al-Qarni hidup dalam kemiskinan, ia menjalani kehidupannya dengan penuh ketakwaan. Bahkan ketakwaannya diakui oleh Rasulullah SAW meskipun diantara mereka belum pernah saling bertemu. Hal yang sangat menonjol dari ketakwaan Uwais Al-Qarni sebagaimana diceritakan Rasulullah SAW adalah baktinya kepada sang ibu yang luar biasa. Sejak kecil Uwais Al-Qarni selalu taat dan hormat kepada ibunya. Ketika sang ibu telah tua dan lumpuh, bakti Uwais kepada sang ibu semakin bertambah.

Suatu hari sebenarnya ia sangat rindu untuk bertemu Rasulullah SAW, namun ia selalu mengurungkan niatnya karena tak tega meninggalkan sang ibu sendirian di rumah tanpa ada yang merawatnya. Ketika pada suatu hari ia melihat ibunya cukup sehat, ia mendekat padanya untuk menyampaikan isi hatinya, yakni ingin bertemu atau sowan kepada Rasululullah SAW di Madinah. Uwais Al-Qarni memohon ijin kepada ibunya agar diperkenankan. Sang Ibu sangat terharu dengan keinginan Uwais untuk bertemu Rasululllah SAW. Sang ibu menjawab:

“Pergilah wahai anakku! Temuilah Nabi Muhammad SAW di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.

Akhirnya berangkatlah Uwais Al-Qarni ke Madinah yang jaraknya dari Yaman sekitar 400 kilometer. Tibalah Uwais Al-Qarni di kota Madinah dan segera menuju rumah Nabi Muhammad SAW. Diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Tak ada jawaban dari Rasulullah SAW. Ia hanya mendapat jawaban dari istri beliau Aisyah RA yang mengatakan Rasulullah SAW sedang berada di medan perang dan belum diketahui kapan beliau kembali. Uwais Al-Qarni teringat pesan ibunya untuk segera pulang. Maka segeralah ia pulang ke Yaman meski dengan hati yang hampa karena gagal bertemu Rasulullah SAW yang sangat dirindukannya. Namun sebelum pulang, Uwais Al-Qarni sempat menitipkan salam untuk Rasulullah SAW lewat Aisyah RA.

Ketika Rasulullah SAW pulang ke rumah, Aisyah RA memberitahukan tentang kedatangan seorang laki-laki tak dikenalnya beberapa waktu sebelumnya. Rasulullah SAW menjelaskan kepada Aisyah bahwa laki-laki itu bernama Uwais Al-Qarni meski beliau belum pernah bertemu secara langsung. Ia adalah anak yang sangat taat kepada ibunya. Ia tak populer di kalangan penduduk bumi karena miskin sekali, tetapi ia sangat terkernal di kalangan penduduk langit.

Sedemikian istimewa Uwais Al-Qarni hingga Rasulullah SAW menceritakannya kepada Umar bin Khattab RA dan Ali bin Abi Thalib RA:
سَيَقْدَمُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ كَانَ بِهِ بَيَاضٌ , فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَأَذْهَبَهُ اللَّهُ ، فَمَنْ لَقِيَهُ مِنْكُمْ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَهُ

Artinya: “Kelak akan datang seorang laki-laki bernama Uwais. Ia memiliki belang putih. Ia berdoa agar Allah menghilangkan belang itu, maka Allah menghilangkannya (kecuali di lengannya). Barang siapa diantara kalian bertemu dia, maka termuilah dia dan mintalah padanya untuk memintakan ampunan kepada Allah.”

Pesan tersebut akhirnya benar-benar dilaksanakan oleh Ali bin Abi Thalib RA dan Umar bin Khattab RA ketika Rasulullah SAW telah wafat. Kepada Uwais Al-Qarni, kedua sahabat besar Rasulullah SAW tersebut mengatakan:
يَا أُوَيْس إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَليه وَسَلَّم أَمَرَنَا أَنْ نَسْأَلُكَ أَنْ تَسْتَغْفِرُ لَنَا

Artinya: “Hai Uwais sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan kami agar engkau memintakan ampunan kepada Allah agar dosa-dosa kami diampuni-Nya.”

Mendengar apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab RA tersebut, Uwais Al-Qarni hanya bisa menangis, tetapi kemudian memberikan jawaban bisa jadi orang yang dimaksudkan Rasulullah SAW itu bukan dirinya. Tetapi Ali bin Abi Thalib RA terus mendesak agar ia mau mendoakan bagi Umar bin Khattab RA dan Ali bin Abi Thalib RA karena sangat menyakini bahwa dialah orang yang dimaksudkan Rasulullah SAW. Akhirnya Uwais Al-Qarni bersedia memenuhi permintaan tersebut dengan memanjatkan doa ampunan kepada Allah bagi keduanya.


Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Dari kisah Uwais Al-Qarni di atas, ada beberapa hal yang dapat kita petik sebagai pelajaran berharga. Pertama, orang mulia karena ketakwaannya kepada Allah SWT akan tetap mulia dan taat kepada-Nya meski seperti apapun kondisi sosial ekonominya. Ia akan tetap sabar dan istiqamah menjadi hamba-Nya yang saleh tanpa terpengaruh oleh hal-hal duniawi seperti tidak dihormati oleh masyarakat karena miskin.

Kedua, janganlah kita memandang seseorang dari sisi duniawinya, lalu merendahkannya karena bisa jadi ia memiliki sisi ukhrawi yang jauh lebih baik dari pada kita. Bisa jadi kita membutuhkan pertolongannya di akherat kelak berupa syafaat karena orang-orang mulia di sisi Allah seperti Uwais Al-Qarni dapat memberikan syafaat kepada orang-orang tertentu. Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa Uwais Al-Qani kelak ketika memasuki pintu surga diberhentikan langkah kakinya oleh Allah SWT. Allah menghendaki agar Uwais Al-Qarni berhenti sebentar untuk memberikan syafaat terlebih dahulu kepada orang-orang dari kabilah Rabiah dan Mudhar yang membutuhkan pertolongannya.



Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Semoga kita semua dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kisah Uwais Al-Qarni. Barangkali di sekitar kita, ada orang-orang yang keadaannya mirip dengan Uwais Al-Qarni meski tidak sama persis, yakni tidak populer di masyarakat karena status sosialnya yang rendah. Orang seperti ini bisa jadi sangat poluler di kalangan penduduk langit jika terbukti memang selalu hidup dalam ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT dan selalu istiqamah dalam kebaikan-kebaikannya. Tidak selayaknya kita meremehkan orang seperti ini.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
File Lengkap bisa didownload di sini