www.arifusan.esy.es. Powered by Blogger.
  • This is slide 1 description. Klik Gambar Ini untuk melihat Penjelasan Bahasa Inggris Plus Download Modul English.

  • This is slide 2 description. Klik Gambar Ini untuk orang yang Kepo Tentang Mas Arif.

  • This is slide 3 description. Kalo Masih Pengen tahu tentang mas arif Klik Gambar ini.

  • This is slide 4 description. Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sunday, 7 June 2026

 

Jadwal kegiatan



A. Materi hari ke 1 sesi ke 1

 1. Status dan Beban Tugas Petugas Lapangan
Kegiatan lapangan ini berlangsung selama 2,5 bulan (mulai 15 Juni hingga akhir Agustus 2026), namun pendataan mandiri oleh PPL ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus untuk memberikan ruang pemeriksaan.
 *PPL (Petugas Pendata Lapangan): Bertugas melakukan pendataan dari rumah ke rumah dan warung ke warung. Setiap PPL bertanggung jawab atas 7 hingga 8 RT (sekitar 700 keluarga/responden) dengan target harian 10–15 sasaran.
 *PML (Pemeriksa Lapangan): Bertugas mengoordinasikan dan memeriksa dokumen/aplikasi yang diisi oleh 7 hingga 8 PPL yang berada di bawah pengawasannya (total sekitar 5.600 responden). PML wajib mendampingi PPL pada hari-hari awal pendataan.
 2. Metodologi Pendataan Kependudukan (De Facto)
 BPS menggunakan konsep De Facto (domisili riil), bukan De Jure (sesuai hukum/KK/KTP).
 * Penduduk yang dicatat adalah mereka yang sudah tinggal minimal 1 tahun di lokasi tersebut, atau kurang dari 1 tahun tetapi berniat untuk menetap (misalnya anak kos atau santri).
 * Keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mondok, kuliah, atau bekerja di luar kota/luar negeri dalam jangka panjang harus disesuaikan atau dikeluarkan dari pencatatan keluarga di domisili asal, karena mereka akan dicatat di tempat mereka menetap.
 *Pengecualian: Penduduk yang tinggal di pondok pesantren, lapas (penjara), dan panti asuhan dikategorikan sebagai keluarga khusus dan akan didata oleh petugas khusus BPS, bukan petugas reguler.

3. Konsep dan Cakupan Sensus Ekonomi
Sensus mencakup seluruh sektor lapangan usaha (Kategori A sampai V berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia/KBLI), kecuali instansi pemerintah (Kategori P) dan lembaga nonprofit/organisasi politik (kecuali jika lembaga tersebut memiliki unit usaha seperti koperasi atau kantin).
 Definisi Pengusaha: Siapa pun yang menjalankan usaha secara mandiri, mengeluarkan modal (barang/jasa), dan menanggung risiko ekonomi. Ini mencakup pedagang keliling, pengemudi ojek online, tukang pijat, buruh cuci lepas, hingga kuli bangunan yang memiliki keahlian khusus (skill).
 Khusus Sektor Pertanian: Petani tanaman pangan (padi, singkong, jagung) tetap dicatat sebagai pengusaha tani meskipun hasilnya dikonsumsi sendiri dan tidak dijual. Untuk komoditas lain (seperti cabai atau mangga pekarangan), baru dianggap usaha jika hasilnya dijual ke pasar.
4. Tiga Pendekatan Identifikasi Unit Usaha
Untuk menghindari tumpang tindih (overlapping) data, BPS menerapkan tiga pendekatan utama berdasarkan karakteristik usahanya:
 Pendekatan Lokasi (Establishment): Digunakan untuk usaha menetap seperti toko, warung, pabrik, atau cabang bank. Usaha didata di lokasi bangunan fisik itu berdiri, bukan di rumah pemiliknya.
 * Pendekatan Kepemilikan: Digunakan untuk usaha yang lokasinya tidak tetap (pedagang keliling) atau usaha yang pemiliknya jarang berada di tempat (seperti bisnis kos-kosan dan kontrakan). Unit ini didata berdasarkan domisili tempat tinggal pemiliknya.
 * Pendekatan Laporan/Catatan Keuangan: Jika satu orang memiliki dua jenis usaha di satu tempat yang sama (misal: bengkel sekaligus toko onderdil) tetapi keuangan tidak bisa dipisahkan, maka dicatat sebagai satu usaha menggunakan kategori yang paling dominan. Jika catatan keuangannya bisa dipisahkan, maka dicatat sebagai dua usaha.
5. Teknis dan Prosedur Lapangan
 * Digitalisasi (CAPI): Pendataan menggunakan aplikasi pada smartphone* berbasis Android (minimum RAM 4GB, iPhone tidak didukung). Petugas diminta menghapus aplikasi berat (seperti TikTok) selama bertugas agar aplikasi sensus lancar.
 SOP Penomoran Imajiner: Penomoran bangunan dan keluarga dimulai dari arah **Barat Daya peta blok sensus untuk menyamakan persepsi secara nasional. Nomor bangunan ini bersifat imajiner/internal BPS dan tidak perlu mengikuti nomor rumah fisik yang dikeluarkan oleh desa.
 *Manajemen Lapangan & Strategi Atasi Responden Sulit:
   * Petugas wajib melakukan koordinasi dengan ketua RT/RW setempat menggunakan peta SLS sebelum mulai mendata agar tidak salah batas wilayah.
   * Setiap bangunan yang didatangi (rumah, toko, masjid, kantor) wajib ditempeli stiker sensus.
   * BPS menerapkan kebijakan Zero Non-Respon (tidak boleh ada data kosong). Jika responden sulit ditemui (misalnya pekerja yang pulang sebulan sekali), petugas harus memakai strategi konfirmasi ke tetangga, menghubungi via telepon, atau berkoordinasi dengan Ketua RT.

B. Materi hari ke 1 sesi ke 2

Berikut adalah kesimpulan dari transkrip rekaman pengarahan/pelatihan lapangan tersebut:
1. Struktur dan Organisasi Lapangan
 Petugas Lapangan: Terdiri dari PPL (Petugas Pendata Lapangan) yang melakukan pendataan/wawancara, dan PML (Petugas Pemeriksa Lapangan) yang melakukan pengawasan.
 Beban Kerja: Rata-rata PPL mengampu sekitar 7 SLS (Satuan Lingkungan Setempat) atau sekitar 700 keluarga. Sementara itu, 1 PML akan mengawasi sekitar 7 sampai 8 PPL.
 Peran Penanggung Jawab (PJ): PJ kecamatan tidak melekat langsung di lapangan, melainkan berfungsi sebagai koordinator, melakukan monitoring kinerja (persentase penyelesaian), serta membantu memberikan solusi jika petugas mengalami kendala konsep di lapangan.
2. Cakupan Target dan Skala Usaha
 Fokus Pendataan: Target utama petugas di lapangan adalah skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
 Usaha Skala Besar: Pendataan untuk Perusahaan/Usaha Besar (UP) merupakan tugas dari pegawai organik/khusus, bukan petugas lapangan ini. Namun, jika ditemukan usaha besar di wilayah tugas yang belum masuk daftar, tetap harus dilaporkan jika menjadi target wilayahnya.
 Kawasan Khusus: Pendataan di kawasan khusus (seperti pondok pesantren, lapas, asrama, atau virtual office) memiliki mekanisme tersendiri dan bukan menjadi tugas dari PPL biasa.


3. Garis Waktu (Timeline) Lapangan
 * Periode resmi pendataan dijadwalkan dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
 * Petugas ditargetkan menyelesaikan dokumen pendataan utama pada Minggu ke-2 agar sisa waktu bisa digunakan untuk pemeriksaan (cross-check) dan menangani responden yang sulit ditemui.
 Status Non-Respon: Responden baru bisa dinyatakan "Non-Respon" di akhir periode pendataan (Agustus) setelah petugas melakukan kunjungan berkali-kali secara maksimal.
4. Teknis Kunjungan, Wawancara, dan Aplikasi
 Metode Pendataan: Dilakukan secara tatap muka (door-to-door) dengan melihat peta penunjuk, mendatangi bangunan secara berurutan per blok (misal: selesaikan Blok A baru pindah ke Blok B), dan melakukan wawancara langsung.
 Estimasi Waktu: Wawancara per responden yang memiliki usaha idealnya berkisar antara 40 menit hingga 1,5 jam tergantung kompleksitas usaha. Tidak mungkin selesai hanya dalam 15 menit.
 Sistem Aplikasi & Sinkronisasi: Login aplikasi menggunakan Single Sign-On (SSO) email Sobat. Data yang telah disorot harus segera disubmit malam harinya agar bisa langsung diperiksa oleh PML untuk menghindari kehilangan data akibat kerusakan gawai (handphone). Data baru dianggap masuk hitungan capaian jika sudah di-approve/submit ke PML.
5. Aturan Pemasangan Stiker Bangunan
 *Kewajiban Menempel Stiker: Semua jenis bangunan fisik baik yang memiliki usaha maupun tidak (rumah tinggal, ruko, campuran, masjid, sekolah, puskesmas, pabrik) *wajib ditempeli stiker penanda, kecuali bangunan yang jelas-jelas tidak berpenghuni/tidak ada aktivitas (seperti WC umum atau kuburan).
 Aturan Khusus Bangunan/Kawasan:
   Rumah Campuran (Rumah sekaligus Warung): Cukup ditempeli 1 stiker karena dihitung satu kesatuan bangunan fisik.
   Kos-kosan berbentuk rumah: Cukup 1 stiker di pintu utama (bukan per kamar).
   Pasar/Mall/Food Court: Secara konsep, setiap stan/bedak/toko yang beda manajemen/pemilik harus ditempeli stiker masing-masing. Namun, karena keterbatasan jumlah stiker, petugas diminta fleksibel dan beradaptasi sesuai instruksi lanjutan (misal: menghitung jumlah total usaha dalam satu stiker kawasan).
 Penulisan Kode Stiker: Mengikuti kode wilayah formal (Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa, nomor RT, nomor urut bangunan, dan jumlah total usaha yang ada di dalam bangunan tersebut).

C. Materi hari ke 1 sesi ke 3


Berikut adalah kesimpulan dari penjelasan pembicara dalam transkrip tersebut mengenai prosedur pendataan lapangan:
1. Persiapan dan Penelusuran Wilayah
 Pengecekan Peta dan Batas Wilayah: Sebelum turun ke lapangan (pada tanggal 13–14), petugas wajib mengenali wilayah tugasnya, memeriksa peta RT, dan memastikan batas-batasnya. Jika ada perubahan batas, peta harus diperbaiki.
 Koordinasi dengan Pengurus Setempat: Petugas disarankan menemui ketua RT atau perangkat desa di awal tugas agar proses pendataan di lapangan berjalan lebih lanckawasa
Perubahan Wilayah (Dokumen SRS): Perubahan yang dimaksud adalah perubahan administratif seperti pemekaran, penggabungan, atau perubahan nama RT. Jika hanya batas peta yang bergeser, hal itu tidak dianggap sebagai perubahan wilayah di dokumen prelist, namun tetap perlu diperbaiki pada peta.
2. Pemutakhiran Data Keluarga dan Identifikasi Bangunan
 Identifikasi Setiap Bangunan: Petugas harus mengidentifikasi setiap bangunan yang ditemui, baik bangunan tempat tinggal, tempat usaha, fasilitas umum (masjid), maupun kantor pemerintah untuk mengecek keberadaan unit usaha (intensifikasi usaha).
 Konsep Bangunan Campuran: Jika ada tempat usaha yang juga dijadikan tempat tinggal sehari-hari (dicontohkan seperti "Warung Madura"), maka bangunan tersebut dikategorikan sebagai bangunan campuran. Penghuninya harus didata sebagai penduduk di lokasi tersebut (bukan dianggap kos atau didata di tempat lain).
 Penambahan Data Baru: Jika petugas menemukan bangunan atau keluarga baru yang belum tercantum dalam daftar prelist, petugas harus menambahkannya secara manual (menggunakan fitur new segment).
3. Teknis Pengisian Data dan Penomoran
Pemberian Nomor Urut: Di dalam dokumen awal (prelist), nama-nama kepala keluarga per RT sudah ada, namun nomor urut bangunan dan nomor urut keluarga belum tersedia. Petugas bertugas untuk mengisi dan menambahkan penomoran tersebut secara berurutan saat melakukan pendataan.
 Fleksibilitas Lapangan: Penomoran diharapkan berurutan, namun jika di lapangan urutan rumah yang ditemui berubah (misalnya dari rumah nomor 6 langsung melompati nomor lainnya), hal tersebut tidak menjadi masalah dan tetap sah untuk didata.
 Pelatihan Mandiri: Petugas diarahkan untuk melakukan latihan pengisian/aplikasi secara mandiri (misalnya pada malam hari) agar lebih lancar saat melakukan pendataan riil.


Sunday, 17 May 2026

Komunitas Informasi Masyarakat Gerakan Peduli Randupitu (KIM Gempar) menjadi narasumber dalam kegiatan pemberdayaan perempuan Desa Randupitu melalui kegiatan pertemuan rutin dan “Sinau Bareng” yang diselenggarakan oleh Pokja II TP PKK Desa Randupitu di Balai Desa Randupitu, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membuat Flyer & Video Konten Sederhana” ini dihadiri pengurus PKK, kader perempuan, serta anggota masyarakat Desa Randupitu dengan penuh antusias. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan 10 Program Pokok PKK, sambutan-sambutan, doa bersama, dan dilanjutkan penyampaian materi pelatihan.


Dalam sambutannya, Ibu Hartini mewakili Ketua Pokja 2 TP PKK Desa Randupitu menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya media sosial dan desain konten sederhana untuk mendukung aktivitas usaha maupun kegiatan organisasi.

“Ibu-ibu harus tetap semangat belajar mengikuti perkembangan teknologi. Sekarang tidak harus punya produk sendiri untuk bisa menghasilkan. Dengan kemampuan membuat flyer dan video menarik, kita juga bisa memanfaatkan sistem affiliate maupun promosi digital,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Desa Randupitu dalam hal ini diwakili oleh Ibu Ummul Khakimah dalam sambutannya juga berharap ilmu yang diberikan dapat membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, dalam meningkatkan promosi produk dan pendapatan keluarga.

Materi pelatihan pembuatan flyer disampaikan oleh Bapak Arif Faizin selaku Ketua KIM Gempar bersama Ibu Arifah Annajiyah selaku anggota KIM GEMPAR. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Tim GEMPAR merupakan singkatan dari Gerakan Masyarakat Peduli Randupitu yang bergerak dalam bidang informasi dan media digital desa.

Peserta diperkenalkan berbagai media digital milik desa dan Tim GEMPAR, mulai dari website desa, media sosial, hingga platform promosi masyarakat. Selain itu, peserta juga diajarkan cara membuat desain flyer sederhana menggunakan aplikasi Canva melalui telepon genggam.

Menurut pemateri, perkembangan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membuat konten promosi secara cepat dan praktis tanpa harus memiliki kemampuan desain profesional.

“Dengan HP saja sekarang ibu-ibu sudah bisa membuat flyer, video promosi, bahkan media pemasaran digital sendiri. Yang penting mau belajar dan terus mencoba,” jelasnya.

Selanjutnya, materi editing video menggunakan aplikasi CapCut disampaikan oleh anggota Tim GEMPAR, yaitu Ibu Arifah Annajiyah. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan praktik langsung membuat dan mengedit video sederhana untuk kebutuhan promosi maupun konten media sosial.

Peserta diajarkan cara menambahkan foto, video, musik, teks, hingga efek transisi agar hasil video lebih menarik dan mudah dipublikasikan di platform digital seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

Pelatihan berlangsung interaktif karena peserta langsung mempraktikkan pembuatan desain dan editing video menggunakan aplikasi Canva dan CapCut. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan yang dipandu oleh KIM GEMPAR.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Randupitu semakin kreatif, melek teknologi digital, serta mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi usaha maupun penyebaran informasi positif di masyarakat.

Monday, 11 May 2026

Yayasan Nurur Rohmah Kabunan menggelar kegiatan Haflah Akhirussanah TPQ dan Madin tahun 2026 pada hari Ahad, 10 Mei 2026. Acara yang berlangsung meriah dan penuh khidmat tersebut dihadiri oleh para santri, wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Majelis Dzikir Alkhidmah sebagai bentuk rasa syukur atas khatmil Qur’an dan haul sesepuh dusun.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Razan Syikhah Putra. Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan kreatif para santri, mulai dari tari mengenal nama-nama jari, pembacaan doa salat dan surat-surat pendek, pembacaan Nadzom Alala, Nadzom Kitab Aqidatul Awam, hingga pembacaan Surat Asy-Syams beserta terjemahannya.

Para hadirin tampak antusias menyaksikan penampilan santri yang menunjukkan hasil belajar mereka selama menempuh pendidikan di TPQ dan Madin. Acara tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh santri dengan harapan mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi santri yang dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda. Suasana haru terasa ketika panitia menyampaikan refleksi tentang perjuangan dan kasih sayang orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Selanjutnya dilaksanakan pembacaan Khatmul Qur’an, tahlil, serta doa bersama yang dipimpin oleh pihak penyelenggara untuk seluruh santri, wali santri, dan hadirin.

Momentum khataman Al-Qur’an ditutup dengan doa khusyuk memohon keberkahan ilmu dan keselamatan bagi para santri yang telah menyelesaikan masa belajar mereka.

Acara berikutnya diisi sambutan dan sesi tanya jawab oleh Hj. Dra. Khomsiyah Alfaisah selaku Koordinator TPQ Kecamatan Gempol. Dalam kesempatan tersebut, beliau melakukan pengujian langsung kepada 19 santri TPQ yang dinyatakan lulus tahun ini. Materi ujian meliputi tajwid seperti hukum mim sukun, nun sukun, dan qalqalah, hafalan doa-doa harian, surat pendek seperti Al-Nasr dan Al-Falaq, hingga praktik salat.

Beliau juga memberikan pesan penting kepada para wali santri agar senantiasa membimbing anak-anak melaksanakan salat lima waktu di rumah, bukan hanya sekadar menghafal teori agama. Dalam sesi tanya jawab interaktif, beliau mengingatkan para santri tentang pengawasan malaikat Raqib dan Atid sebagai motivasi agar semakin disiplin dalam beribadah.

Prosesi wisuda kemudian dilaksanakan melalui penyerahan ijazah dan cenderamata kepada para hatimin dan hatimat yang telah lulus ujian akhir dari Koordinator Metode Tartila Cabang Bangil.

Sambutan pengasuh lembaga disampaikan oleh Ustadzah Ifatun Nasriyah. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kelulusan 28 santri yang terdiri dari 9 santri Madin dan 19 santri TPQ. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali santri atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada lembaga.

Perwakilan wisudawan dan wisudawati, Naila dan Naura, turut menyampaikan pesan dan kesan selama belajar di TPQ dan Madin Nurur Rohmah. Mereka juga memohon maaf kepada para ustaz dan ustazah atas segala kekurangan selama menuntut ilmu serta mengajak seluruh hadirin untuk mengirim doa kepada pendiri yayasan, almarhum Bapak Sanan dan Ibu Yatimur Rohmah.

Menjelang penutupan, Ustadz Abdul Ahmad selaku Ketua Fusilat (Forum Silaturahim Antar Pengajar TPQ) Kecamatan Gempol menyampaikan sambutan sekaligus doa penutup. Beliau memberikan ucapan selamat kepada para santri yang telah diwisuda serta berharap mereka menjadi putra-putri yang saleh dan salehah. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pelayanan forum kepada TPQ Nurur Rohmah dan berharap lembaga tersebut semakin maju, berkualitas, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Majelis Dzikir Alkhidmah yang diisi dengan istighosah, tahlil, dan manaqib sebagai bentuk tasyakur khotmil Qur’an TPQ Nurur Rohmah sekaligus haul sesepuh dusun. Dalam tausiyahnya, KH. Abdus Somad menekankan pentingnya istiqomah dalam mengikuti majelis zikir, menjaga kebersamaan dalam berjamaah, serta peran penting orang tua dalam mendidik dan menjaga anak-anak sebagai aset berharga melalui pendidikan agama.

Kegiatan Haflah Akhirussanah dan Majelis Dzikir tersebut berlangsung lancar, penuh kekeluargaan, serta menjadi momen penuh syukur bagi seluruh keluarga besar Yayasan Nurur Rohmah Kabunan.

Wednesday, 29 April 2026

Kegiatan keagamaan bertajuk Ngaji Cafe to Cafe (NCTC) kembali digelar dengan konsep santai namun penuh makna. Acara ini berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 pukul 19.00 WIB di KopiRex Gank, kawasan Randupitu, arah Pandaan Gunung Gangsir.

Mengusung tema “Jangan Pernah Menyerah”, acara ini menghadirkan penceramah muda inspiratif, Gus Romy Syib yang dikenal dengan gaya dakwah ringan, dekat dengan masyarakat, serta mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Dalam ceramahnya, Gus Romy menyampaikan sejumlah pesan penting tentang kehidupan, keluarga, dan keimanan. Ia menekankan bahwa didikan anak harus dilandasi kasih sayang, bukan kekerasan. Menurutnya, sikap keras justru membuat anak menjauh dan berpotensi mencari pelarian di luar rumah.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya saling menghargai dalam rumah tangga. Suami tidak boleh bersikap kasar kepada istri, dan sebaliknya istri tidak terus-menerus merendahkan suami. Keharmonisan keluarga, kata dia, dibangun dari kesabaran, pengertian, dan doa satu sama lain.

Gus Romy juga menjelaskan konsep dasar kehidupan seorang manusia yang terdiri dari empat hal utama, yakni doa, ikhtiar, tawakal, dan inabah (menerima hasil dengan lapang dada). Keempat hal ini harus berjalan seimbang agar hidup tetap tenang dan terarah.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk tidak mudah putus asa. “Selama masih hidup, kesempatan selalu ada. Gagal itu bukan akhir, tapi bagian dari proses,” pesannya.

Dalam hal rezeki, Gus Romy menegaskan bahwa rezeki datang dari berbagai jalan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh berburuk sangka kepada Allah ketika merasa kekurangan, melainkan harus tetap berusaha dan yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbuat baik tidak selalu langsung disukai orang lain. Bahkan, orang yang berusaha memperbaiki keadaan seringkali mendapat penolakan. Namun hal itu adalah risiko yang harus diterima selama berada di jalan yang benar.

Pesan lainnya adalah pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik. Apa yang dilakukan kepada orang lain akan kembali, dan jika tidak dibalas manusia, maka Allah yang akan membalasnya.

Gus Romy turut menekankan agar masyarakat tidak mudah menyalahkan atau meremehkan orang lain, karena hal itu bisa menjadi tanda hati yang kurang baik. Sebaliknya, setiap orang dianjurkan untuk melihat sisi baik dari sesama.

Menutup ceramahnya, ia menegaskan bahwa segala urusan harus dikembalikan kepada Allah, namun tetap disertai usaha nyata. Berserah diri bukan berarti pasif, melainkan tetap aktif berdoa dan berikhtiar.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan live dari Embun Band serta grup banjari Nurul Jadid, yang menambah suasana hangat dan kebersamaan di tengah jamaah.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat semakin termotivasi untuk menjalani hidup dengan sabar, usaha, doa, serta sikap baik kepada sesama, dan selalu berprasangka baik kepada Allah tanpa mudah menyerah.

Wednesday, 22 April 2026

 

Prestasi membanggakan diraih oleh KIM Gempar Randupitu yang berhasil meraih Juara 2 dalam ajang penghargaan KIM Berprestasi pada kegiatan Sosialisasi Revitalisasi Peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Pasuruan pada hari Rabu 22 April 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Lesehan Pak Majid, Pandaan ini menjadi momentum penting kebangkitan KIM setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan yang diraih KIM Gempar menjadi bukti nyata konsistensi komunitas tersebut dalam melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat, khususnya dalam menyajikan konten positif dan edukatif di tingkat desa.

Dalam pemaparan materi, narasumber dari Diskominfo Jawa Timur, , menegaskan pentingnya transformasi KIM di era digital. Ia menyampaikan bahwa sesuai , KIM kini bertransformasi dari “kelompok” menjadi “komunitas” yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“KIM harus menjadi subjek yang aktif dalam mengelola informasi, sekaligus mampu membangun narasi positif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum KIM Kabupaten Pasuruan, , mengungkapkan bahwa capaian KIM Gempar menjadi salah satu indikator keberhasilan revitalisasi KIM di daerah.

“Dari total 28 KIM yang sudah terdaftar resmi, KIM Gempar menunjukkan performa yang konsisten dalam produksi dan penyebaran informasi,” ujarnya.

Dalam ajang penghargaan KIM Berprestasi 2025, berikut daftar peraih penghargaan:

  1. Juara 1: KIM Indrokilo
  2. Juara 2: KIM Gempar
  3. Juara 3: KIM Lapu Joyo
  4. Juara 4: KIM Pelangi
  5. Juara 5: KIM Unggul Harapan

Selain pemberian penghargaan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran KIM sebagai mitra resmi pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, menangkal hoaks, serta mengangkat potensi lokal seperti UMKM dan pariwisata desa.

Ke depan, KIM diharapkan mampu bertransformasi menjadi komunitas digital yang mandiri, termasuk memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan website sebagai sarana promosi sekaligus peluang ekonomi bagi anggotanya.

Dengan semangat kolaborasi, seluruh peserta yang hadir sepakat untuk menguatkan kembali peran KIM sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Monday, 2 February 2026

 


Universitas Yudharta Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Wisuda Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) serta kegiatan silaturahmi dan rekreasi bersama pimpinan universitas. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor I–IV, pimpinan fakultas, lembaga, UPT, biro, serta seluruh sivitas akademika.

Acara diawali dengan pembacaan basmalah, hamdalah, doa bersama, dzikir, serta pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai ungkapan syukur dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi institusi.

Laporan LPJ Wisuda Tahun 2025 disampaikan oleh Ketua Panitia Wisuda. Dalam laporannya dijelaskan bahwa Wisuda ke-22 Universitas Yudharta Pasuruan telah meluluskan 673 wisudawan dan secara umum seluruh rangkaian kegiatan wisuda berjalan dengan baik dan lancar.

Dari sisi keuangan, tercatat total pemasukan sebesar Rp1.165.500.000 dan total pengeluaran sebesar Rp877.983.000, sehingga terdapat sisa anggaran sebesar Rp215.715.000. Sisa dana tersebut selanjutnya dialokasikan untuk mendukung kegiatan universitas, termasuk pelaksanaan LPJ dan RTM.

Hasil evaluasi pelaksanaan wisuda telah dirangkum dalam dokumen LPJ sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan wisuda di tahun berikutnya, yang direncanakan akan diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI).

Kegiatan dilanjutkan dengan serah terima dokumen LPJ Wisuda Tahun 2025 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) kepada Fakultas Agama Islam (FAI). Dengan diserahkannya dokumen tersebut, LPJ Wisuda 2025 secara resmi dinyatakan diterima dan ditutup.

Agenda berikutnya adalah Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang membahas capaian kinerja, evaluasi, serta rencana tindak lanjut pengelolaan universitas. Dalam RTM, masing-masing Wakil Rektor menyampaikan laporan sesuai bidangnya, antara lain:

Bidang pendidikan dan pembelajaran, meliputi implementasi kurikulum OBE, pemanfaatan Learning Management System (LMS), serta asesmen berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Bidang SDM, terkait percepatan jabatan fungsional dosen, studi lanjut S3, serta redistribusi Beban Kerja Dosen (BKD).

Bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus peningkatan publikasi bereputasi, paten dan HKI, serta kolaborasi riset nasional dan internasional.

Bidang kemahasiswaan, mencakup prestasi mahasiswa, kewirausahaan, serta implementasi program Kampus Berdampak.

Bidang sarana prasarana dan tata kelola, meliputi penguatan sistem informasi, monitoring kinerja, serta peningkatan layanan laboratorium dan perpustakaan.

RTM menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai dasar peningkatan kinerja universitas pada tahun 2026.

Dalam arahannya, pimpinan universitas menekankan pentingnya percepatan layanan akademik dan budaya kerja cerdas. Beliau mengingatkan bahwa seluruh sivitas akademika pada hakikatnya hadir untuk melayani mahasiswa, sehingga kebutuhan yang bersifat urgen—terutama yang berkaitan dengan sarana pembelajaran—harus segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat proses akademik.

Pimpinan universitas juga mengapresiasi kebijakan peningkatan publikasi ilmiah yang melibatkan mahasiswa, karena dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap capaian kinerja universitas secara kolektif. Selain itu, ditegaskan pula komitmen universitas dalam:

Penyederhanaan sistem akreditasi berbasis data digital,

Pemanfaatan pusat data dan teknologi informasi,

Penguatan budaya kerja kolaboratif dan berbasis data,

Pemenuhan standar mutu program studi melalui peningkatan kualifikasi dosen bergelar doktor.

Menjelang penutupan, pimpinan universitas mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga kekompakan, integritas, serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, harapan keselamatan dalam perjalanan, serta sesi foto bersama seluruh peserta.

Setelah itu dilanjutkan dengan liburan ke Bromo, adapun dokumentasi perjalanan terlampir sebagai berikut:





Thursday, 11 December 2025

Universitas Yudharta Pasuruan kembali menyelenggarakan acara ilmiah bergengsi bertajuk Kuliah Tamu Edukasi dan Sharing tentang Statistik (Estetik) ke-20. Pada edisi kali ini, kegiatan mengangkat tema penting dan aktual, yaitu “Peran Statistik untuk Pembangunan dan Arah Besar Sensus Ekonomi 2026”. Acara digelar secara offline di Hall Met Gedung Bhinneka Tunggal Ika (BTI) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin tiap bulan Pojok Statistik, sebuah inisiatif kolaboratif untuk meningkatkan literasi statistik dan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya data dalam mendukung perencanaan pembangunan ekonomi nasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Assoc. Prof. Dr. Kholid Murtadlo, SE, ME, Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, yang berperan sebagai Opening Speaker. Beliau menekankan bahwa statistik merupakan elemen fundamental dalam penyusunan kebijakan publik dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Kuliah tamu menghadirkan narasumber utama, Yeni Setyowati, S.Si, M.Si, Plt. Kepala BPS Kabupaten Pasuruan. Dalam paparannya, Ibu Yeni menjelaskan secara mendalam mengenai Peran strategis statistik sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran, Pentingnya kualitas data dalam pengembangan pembangunan nasional, Arah besar, persiapan, serta target pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

Beliau menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pengumpulan data, tetapi merupakan pondasi penting dalam memetakan kondisi usaha dan ekonomi Indonesia ke depan.

Kegiatan ini ditujukan secara khusus bagi mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan. Selain mendapatkan wawasan langsung dari praktisi statistik, peserta juga memperoleh beberapa fasilitas pendukung, di antaranya Sertifikat, Konsumsi, Hadiah Menarik bagi yang beruntung.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi, menunjukkan minat besar mahasiswa terhadap dunia statistik dan perannya dalam pembangunan.

Melalui kuliah tamu ini, Universitas Yudharta Pasuruan berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya data statistik dan siap berkontribusi dalam berbagai aspek pembangunan ekonomi Indonesia. Program Pojok Statistik diharapkan terus menjadi ruang edukatif untuk mencetak generasi yang melek data di masa depan.

Wednesday, 19 November 2025

Universitas Yudharta Pasuruan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan Webinar ESTETIK ke-19 secara daring melalui Zoom Meeting. Mengusung tema “Data Driven Innovation: Sinergi Data, Teknologi, dan Keberlanjutan”, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai pada hari Senin, 17 November 2025 dan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi serta praktisi data.

Acara dibuka secara resmi melalui welcome speech oleh Plt. Kepala BPS Kabupaten Pasuruan, Ibu Yeni Setyowati, S.Si, M.Si, dan dipandu oleh Ibu Afina Latifa, S.Tr.Stat, staf BPS Kabupaten Pasuruan, sebagai moderator. Narasumber utama dalam webinar ini adalah Bapak Abdul Wahid, ST, MT, Dosen Teknik Industri Universitas Yudharta Pasuruan.

Dalam sambutannya, Ibu Yeni Setyowati menyampaikan bahwa data kini menjadi “energi baru” yang sangat penting dalam dunia modern. Data membantu memprediksi tren, mendeteksi masalah, dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih efektif. Dengan pengelolaan yang baik, data dapat meningkatkan efisiensi layanan publik dan mendukung transformasi digital daerah.

Beliau juga memaparkan berbagai tantangan pengelolaan data, antara lain data yang masih tersebar di banyak instansi, keterbatasan integrasi sistem, serta rendahnya kapasitas SDM digital. Perkembangan teknologi yang begitu cepat turut menuntut kemampuan adaptasi yang berkelanjutan.

Sebagai solusi, diperlukan sinergi data melalui integrasi lintas instansi, kolaborasi antara akademisi–bisnis–pemerintah, serta pembangunan ekosistem data daerah yang kuat. Teknologi seperti Big Data Analytics, Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, dan dashboard digital publik menjadi kunci untuk mempercepat proses analisis dan meningkatkan transparansi.

Ibu Yeni juga menekankan bahwa data berperan penting dalam mendukung program keberlanjutan dan SDGs, termasuk perencanaan pembangunan, mitigasi risiko bencana, hingga penguatan ekonomi yang inklusif. Dalam hal ini, BPS berkomitmen menyediakan data resmi negara, menjaga standarisasi kualitas data, serta memperluas edukasi statistik kepada publik.

Dalam sesi pemaparan materi, Bapak Abdul Wahid, ST, MT menyoroti pentingnya mengintegrasikan data, teknologi, dan keberlanjutan sebagai landasan inovasi di dunia kerja. Menurutnya, inovasi sejati adalah inovasi yang dapat diterapkan dan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi yang kuat lahir dari kombinasi skill, knowledge, dan attitude yang saling melengkapi.

Beliau menjelaskan bahwa data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi utama pengambilan keputusan. Jenis data seperti Big Data, data real-time, dan data sensor kini semakin relevan dan perlu dimaksimalkan. Teknologi pendukung seperti AI, Internet of Things (IoT), dan Cloud Computing akan membantu mempercepat proses kerja dan meningkatkan akurasi hasil analisis.

Dalam konteks keberlanjutan, sinergi data dan teknologi harus mengikuti prinsip PDCA (Plan, Do, Check, Action) agar menghasilkan program yang berkelanjutan dan diterima masyarakat. Tantangan seperti keamanan data, biaya teknologi, dan resistensi perubahan harus dijawab dengan peningkatan kapasitas SDM serta kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, industri, akademisi, dan lembaga riset seperti BPS. Analisis PESTEL juga dapat digunakan untuk memastikan solusi inovatif benar-benar efektif.

Webinar ESTETIK ke-19 ini tidak hanya memberikan wawasan terkait pentingnya data dan teknologi dalam inovasi, tetapi juga menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan elemen penting dalam setiap strategi pembangunan modern. Kolaborasi antara Universitas Yudharta Pasuruan dan BPS Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat memperkuat literasi data di lingkungan akademik dan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih adaptif, modern, dan berbasis data (Data-Driven Government).

Thursday, 9 October 2025


Universitas Yudharta Pasuruan Bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan kembali menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Sharing tentang Statistik (ESTETIK) Seri ke-18 dengan tema “Dampak Kebijakan Moneter terhadap Akses UMKM dan Dinamika Investasi Emas”. Kegiatan ini digelar secara daring pada Kamis, 9 Oktober 2025, dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.

Acara diawali dengan welcome speech oleh Bapak Ir. Arif Joko Sutejo, selaku Kepala BPS Kabupaten Pasuruan, yang menyampaikan pentingnya pemahaman kebijakan moneter bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Beliau menegaskan bahwa kebijakan ekonomi makro seperti suku bunga dan likuiditas memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan stabilitas investasi masyarakat.


Selanjutnya, Keynote Speech disampaikan oleh Bapak Abdillah Mundir, SE., MM., yang menyoroti peran kebijakan fiskal dan moneter yang selaras dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Sesi inti menghadirkan narasumber utama, Bapak Dr. Rahadi Kristiyono, SH., MH., selaku Senior Business Development Bank BSI Region Office VIII Surabaya. Beliau memaparkan bahwa kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh bank sentral, seperti perubahan suku bunga, pengaturan rasio cadangan bank, dan intervensi pasar uang, dapat memperketat atau melonggarkan akses pembiayaan bagi UMKM.

Menurutnya, ketika suku bunga meningkat, biaya pinjaman bagi UMKM juga naik sehingga membatasi kemampuan mereka untuk memperluas usaha. Sebaliknya, pelonggaran kebijakan moneter—seperti penurunan suku bunga atau rasio cadangan—dapat memberikan ruang lebih besar bagi UMKM memperoleh modal kerja dengan biaya rendah.

Selain itu, Dr. Rahadi juga menjelaskan bahwa emas kerap menjadi alternatif investasi (safe haven) ketika suku bunga riil rendah atau terjadi ketidakpastian ekonomi. Dalam kondisi tersebut, masyarakat cenderung beralih pada emas sebagai aset pelindung nilai, sedangkan saat suku bunga tinggi, aset keuangan berbunga menjadi lebih diminati.

Diskusi yang dipandu oleh Ibu Penni Ristanti Wardhani, S.ST, selaku Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Pasuruan, juga menyoroti interaksi antara sektor UMKM dan investasi emas. Ketika UMKM sulit mengakses pembiayaan, sebagian masyarakat justru beralih ke investasi emas. Namun, peningkatan investasi emas yang masif dapat mengurangi likuiditas di pasar, sehingga kebijakan moneter dan fiskal perlu berjalan beriringan agar tidak menekan sektor riil.

Dalam penutupannya, disampaikan bahwa kebijakan moneter perlu disusun dengan keseimbangan, agar tidak memberatkan pelaku UMKM sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ditekankan pula pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan instrumen tambahan seperti subsidi bunga, program kredit khusus, atau penjaminan usaha agar sektor UMKM tetap tumbuh berkelanjutan.

Melalui webinar ESTETIK ke-19 ini, diharapkan masyarakat semakin memahami keterkaitan antara kebijakan moneter, sektor UMKM, dan dinamika investasi emas dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah. 

Tuesday, 16 September 2025

Dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan bersama Universitas Yudharta Pasuruan kembali menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Sharing tentang Statistik (ESTETIK) Seri ke-17. Acara ini digelar pada hari Selasa, 16 September 2025 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai secara daring melalui Zoom Meeting.

Mengusung tema “From Data to Green Action: Kupas Ekonomi Hijau & Tips Jitu Short Course Internasional”, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus refleksi pentingnya data statistik dalam mendukung aksi nyata menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Acara diawali dengan Welcome Speech oleh Bapak Ir. Arif Joko Sutejo, MM, selaku Kepala BPS Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, Keynote Speech disampaikan oleh Bapak Teguh Sarwo Aji, S.P, M.Ma, selaku Ketua Kerjasama Internasional Universitas Yudharta Pasuruan.

Sesi utama menghadirkan narasumber utama Bapak Irwan Sutrisna, S.ST., M.Sc., M.Econ, yang membahas secara mendalam peran data dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau serta strategi sukses mengikuti short course internasional. Diskusi ini dipandu oleh Moderator Bapak Supardi, S.Si., M.Ec.Dev, selaku Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ESTETIK Seri ke-17 ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, akademisi, dan praktisi mengenai pentingnya data statistik dalam menjawab tantangan global, khususnya isu ekonomi hijau. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang interaktif untuk memperluas wawasan peserta terkait peluang internasional di bidang statistik.

Dengan semangat peringatan Hari Statistik Nasional 2025, ESTETIK Seri ke-17 membuktikan bahwa data bukan hanya angka, melainkan landasan aksi nyata menuju pembangunan berkelanjutan.

Thursday, 21 August 2025


Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Universitas Yudharta Pasuruan kembali menyelenggarakan Webinar Series ke-16 dengan tema “Membaca Kabupaten Pasuruan Melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM)”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Jumat, 8 Agustus 2025 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Acara dibuka dengan Welcome Speech oleh Ir. Arif Joko Sutejo, MM, selaku Kepala BPS Kabupaten Pasuruan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap capaian serta tantangan pembangunan manusia di Kabupaten Pasuruan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Selanjutnya, Keynote Speech disampaikan oleh M. Faishol Amrulloh, S.Kom., M.Kom, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Yudharta Pasuruan. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. “Data statistik yang akurat harus didukung oleh pemanfaatan teknologi digital agar bisa menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat,” ujarnya.


Sesi inti menghadirkan narasumber utama, Henry S. Handoko, S.ST, Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Pasuruan. Dalam paparannya, ia menjelaskan perkembangan IPM Kabupaten Pasuruan dalam beberapa tahun terakhir, faktor-faktor yang memengaruhi peningkatannya, serta strategi yang perlu ditempuh agar target pembangunan dapat tercapai.

Jalannya diskusi dipandu oleh Regina Devi Nindi A, S.ST, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Pasuruan, yang bertindak sebagai moderator. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait implementasi program pembangunan berbasis data dan peran IPM dalam perencanaan kebijakan daerah.

Melalui kegiatan ini, BPS Kabupaten Pasuruan berharap masyarakat dapat lebih memahami makna IPM sebagai indikator penting pembangunan serta mampu mendorong keterlibatan aktif semua pihak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Wednesday, 30 July 2025

Dalam rangka mendukung peningkatan gizi balita dan pemberdayaan masyarakat desa, Universitas Yudharta Pasuruan melaksanakan kegiatan *Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025 di Dusun Sumur Gayam, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini mengusung tema "Pemberdayaan Kelompok Kader Posyandu Melalui Inovasi Olahan Berbasis Ikan Tenggiri Guna Mendukung Pemenuhan Gizi Balita", yang berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025 di Balai Desa Sumur Gayam.

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Illiyatus Sholiha, M.Pd., dosen Ilmu Perikanan, dengan anggota tim pengabdian Arif Faizin, S.Kom., M.Kom. Dosen dari Prodi Teknik Informatika, Novi Itsna Hidayati, SP, MMA Dosen dari Prodi Ilmu Perikanan serta Dr. Ir. Ernawati, MP., Dosen Ilmu Perikanan sekaligus Dekan Fakultas Pertanian. Tim ini juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Nani Andriani dari Prodi Teknologi Hasil Perikanan dan Moh. Yahya dari Prodi Teknik Informatika.

Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Posyandu Dahlia, kelompok ekonomi non-produktif di wilayah Dusun Sumur Gayam, Desa Sumurgayam. Wilayah ini dikenal sebagai penghasil ikan laut, khususnya ikan tenggiri yang kaya akan kandungan protein dan omega 3, sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang balita.

Kelompok Posyandu Dahlia selama ini aktif dalam kegiatan penimbangan balita, namun masih menghadapi beberapa kendala. Di antaranya, terbatasnya layanan kader posyandu dalam penyediaan makanan tambahan bergizi, rendahnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya nutrisi balita, kurangnya diversifikasi produk olahan ikan, serta belum adanya kemampuan memasarkan produk secara digital.

Melalui kegiatan PKM ini, tim Universitas Yudharta memberikan solusi berupa penyuluhan gizi untuk balita, pelatihan inovasi olahan ikan tenggiri menjadi produk yang disukai balita, serta pendampingan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengolahan ikan. Selain itu, tim juga membekali para kader dan masyarakat dengan keterampilan pemasaran digital guna memperluas jangkauan produk olahan ikan ke pasar yang lebih luas.

Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan kelompok posyandu tidak hanya mampu menyediakan makanan bergizi bagi balita, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui produk olahan ikan tenggiri yang bernilai jual tinggi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat desa melalui penguatan potensi lokal berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun dokumentasi kegiatan terlampir sebagai berikut Klik link ini 

Tuesday, 8 July 2025


Universitas Yudharta Pasuruan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan sukses menggelar Webinar ESTETIK Seri ke-15 dengan tema "Kuasai Public Speaking dan Kupas Tuntas Sekolah Kedinasan (STIS)" pada hari Selasa, 8 Juli 2025, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.


Webinar ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya. Ibu Ninuk Riswandari, S.Sos, M.Si, Dosen Komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan, membuka sesi pertama dengan materi “Public Speaking for Beginners”. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum sebagai bekal dasar di dunia profesional. Teknik mengatasi rasa gugup, cara menyusun pesan yang menarik, dan tips membangun kepercayaan diri menjadi poin utama yang dibahas.


Sesi kedua diisi oleh Ibu Afina Latifa, S.Tr.Stat, Staf BPS Kabupaten Pasuruan, yang membahas secara detail mengenai Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Dalam materinya, beliau mengupas jalur seleksi, sistem perkuliahan, prospek karier, hingga pengalaman langsung sebagai alumni STIS, memberikan gambaran menyeluruh bagi peserta yang berminat melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan tersebut.

Acara dipandu oleh Ibu Dina Atika Rahmawati, S.ST, Statistisi Muda BPS Kabupaten Pasuruan, yang mampu menjaga alur diskusi tetap interaktif dan menarik sepanjang acara.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan Mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, Universitas Yudharta Pasuruan dan BPS Kabupaten Pasuruan berharap dapat memberikan edukasi yang bermanfaat serta motivasi bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi diri dan meraih masa depan yang gemilang.

Friday, 27 June 2025

 

Logo KKN Universitas Yudharta Pasuruan Kelompok 18  Tahun 2025

1. Pembekalan DPL KKN Yudharta tahun 2025


2. Observasi Pertama ke Desa Curahrejo Kamis, 3 Juli 2025



3. Observasi ke 2 Ahad, 6 Juli 2025






4. Pemberangkatan KKN Yudharta tahun 2025 | Rabu, 9 Juli 2025





5. KKN 
6. penutupan 




7. Luaran KKN 
LuaranKKN
8. Ujian KKN 

















Monday, 16 June 2025



Workshop Estetik ke-14 bertajuk "Infografis: Membuat Pesan Lebih Menarik" sukses diselenggarakan secara luring oleh Pojok Statistik bekerja sama dengan Universitas Yudharta Pasuruan pada hari Jum'at, 13 Juni 2025 pukul 08.30 s.d Selesai di Lab Pemrograman Gedung UUD 45 Lantai 3 Universitas Yudharta Pasuruan. Workshop ini dirancang khusus untuk membekali para peserta terutama mahasiswa dengan keterampilan dalam mengubah data yang kompleks menjadi infografis yang menarik dan mudah dipahami.


Acara dibuka dengan hangat oleh pembawa acara, Nanda Izzah Fatimah, diikuti sambutan oleh Bapak Arif Faizin, S.Kom., M.Kom. dari tim Pojok Statistik. Dalam sambutannya, Pak Arif menekankan bahwa workshop ini adalah edisi spesial karena diselenggarakan secara tatap muka dan terbatas hanya untuk 30 peserta, agar terjadi interaksi langsung yang lebih maksimal dengan narasumber utama, Ibu Dewi Mayasari, S.Si., ME.


Sebelum sesi inti, doa dipimpin oleh Saudara Ahmad Labibul Ulya yang menciptakan suasana khidmat. Ibu Dewi memulai presentasinya dengan mengapresiasi para peserta, khususnya generasi Z dan Alpha yang sudah akrab dengan konten visual. Ia menegaskan pentingnya infografis sebagai alat lintas disiplin ilmu yang mampu menyederhanakan data rumit.


Dengan analogi makanan, Ibu Dewi menunjukkan bahwa seperti makanan yang ditata menarik, penyajian data yang visual dan estetis juga akan lebih menarik dan mudah dicerna. Infografis, menurut beliau, bukan sekadar visualisasi data (grafik/tabel), melainkan kombinasi menyeluruh antara teks, ilustrasi, dan data yang membentuk narasi yang utuh.


Dalam paparannya, beliau mengulas lima elemen utama infografis yang efektif: skema warna, tipografi, tata letak, pemilihan ikon, dan ilustrasi. Ia membagikan berbagai tips praktis seperti memilih warna dari poster film atau situs seperti Adobe Color dan Color Hunt, serta pentingnya memilih font yang terbaca jelas dan konsisten.


Sesi selanjutnya membahas data storytelling, yaitu bagaimana menjadikan data “berbicara.” Dengan studi kasus dari analisis data pengaduan konsumen, beliau menunjukkan pentingnya membedakan antara grafik eksploratif (data mentah) dan grafik eksplanatif (data dengan narasi dan konteks). Beliau juga memaparkan struktur infografis yang efektif: pembuka yang menarik, isi yang informatif, dan penutup dengan ajakan bertindak (CTA).


Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, mencakup pertanyaan tentang pemilihan warna sesuai branding hingga fleksibilitas desain infografis. Ibu Dewi menutup dengan dorongan agar peserta tak takut bereksperimen dan terus melatih intuisi desain mereka.